Adzan Ashar Berkumandang, Pertandingan Pun Dihentikan

PERTANDINGAN sepakbola terhenti karena buruknya cuaca atau ulah penonton merupakan kejadian yang sudah biasa. Namun bagaimana jika pertandingan terhenti karena suara adzan?

Di Indonesia, Saudi Arabia, Turki, atau negara-negara lain yang mayoritas penduduknya beragama Islam, hal itu kerap terjadi sebagai bentuk penghormatan. Namun lazimnya dilaksanakan ketika tiba shalat Magrib. Biasanya, pertandingan akan dihentikan begitu suara adzan berkumandang.
 
                                                               SMPN 13 Bekasi memanfaatkan waktu penghentian sejenak pertandingan karena adzan Ashar untuk mendengarkan intrusi dari pelatih.                                                     

Di Kota Bekasi, pemandangan hampir sama juga terjadinya. Bedanya, penghentian pertandingan tersebut bukan ketika Magrib, melainkan Ashar. Hal ini tampak ketika berlangsung pertandingan sepakbola antara kesebelasan SMPN 2 melawan SMPN 13 dalam lanjutan kompetisi Liga Pendidikan Indonesia tingkat Kota Bekasi, Minggu (21/2) petang.

Nasan SR, wasit yang memimpin laga tersebut tiba-tiba mengambil kebijakan untuk menghentikan jalannya pertandingan ketika mendengar adzan Ashar dari masjid di sekitar lapangan Serba Guna Bekasi berkumandang. Pertandingan itu dihentikan pada menit ke 13, saat kedudukan sementara 6-0 untuk keunggulan SMPN 2.

Tak pelak, kesempatan ini dimanfaatkan para pemain dari kedua tim untuk beristirahat sambil mendengarkan instruksi tambahan dari pelatih masing-masing. Sedangkan pemain cadangan dari SMPN 2, memanfaatkan waktu tersebut dengan bermain kucing-kucingan di tengah lapangan.

Begitu adzan Ashar selesai, wasit kembali memanggil kedua tim untuk melanjutkan pertandingan. Pertandingan itu sendiri akhirnya dimenangkan SMPN 2 dengan skor 8-0.

Kejadian unik lainnya juga terlihat dalam pertandingan antara SMAN 14 melawan SMA Trisaka yang di gelar di lapangan Buaran, Bekasi Barat. Di tempat ini, wasit Heri dan perangkat pertandingan lainnya membuat kebijakan untuk mempersingkat waktu pertandingan.

Bila sebelumnya aturan dalam Buku Pedoman Liga Pendidikan Indonesia dicantumkan bahwa pertandingan digelar dalam tempo 2x 30 menit untuk tingkat SLTP dan 2 x 35 menit untuk tingkat SLTA, wasit pada pertandingan itu justru mengubahnya menjadi 2x 25 menit. Alasannya, tim yang bertanding di pertandingan yang ia pimpin, datangnya terlambat sekitar 15 menit dari waktu yang ditentukan.

(Jul)


Share and Bookmarks :
Bookmark to:http://www.ligapendidikan.com Del.icio.us Bookmark to:http://www.ligapendidikan.com Facebook Bookmark to:http://www.ligapendidikan.com StumbleUpon Bookmark to:http://www.ligapendidikan.com Google Bookmark to:http://www.ligapendidikan.com Diigo Bookmark to:http://www.ligapendidikan.com Technorati