Supporter Pura-Pura Pingsan Bikin Repot Tim Medis
PERAN tim medis begitu berarti di partai final Liga Pendidikan Indonesia Kabupaten Karawang. Dalam laga yang mempertandingkan SMK Sunan Gunung Jati (SGJ) dengan SMAN 1 Pangkalan, Kamis Rabu (3/3) tersebut banyak pemain yang terjatuh dan cedera.
Beruntung Panitia Pelaksana (panpel) menyiagakan tim medis (relawan) dari PMI Kabupaten Karawang. Mereka ditempatkan di sisi kiri lapangan, tepatnya di sudut tenda tamu kehormatan.
Selama pertandingan, para relawan itu berdiri memantau pemain yang membutuhkan pertolongan. Begitu wasit pertandingan memanggil untuk mengangkat pemain yang cedera, empat relawan yang di pimpin Endang Suryana itu langsung berjibaku menghampiri sambil menggotong tandu.

Tercatat, 33 kali Endang Suryana dkk keluar masuk lapangan pertandingan. Mereka memberikan pengobatan kepada pemain yang cidera, seperti mengoleskan balsem, mengurut pemain yang keseleo, dan memberikan semprotan penghilang rasa sakit kepada pemain yang membutuhkan. Tak ketinggalan, satu unit ambulance juga disiagakan di luar Lapangan Tunas Muda Karawang, tempat pertandingan final digelar.
Jaja, salah seorang relawan, mengakui pertandingan kali ini merupakan yang terberat yang pernah ia rasakan. "Ini pertandingan yang seru sekaligus melelahkan buat relawan. Tapi ini memang sudah tugas kami, jadi harus menjalankannya dengan ikhlas. Khawatir ada yang cidera parah, jadi kami harus siaga terus," katanya.
Kesiagaan para relawan tidak hanya untuk pemain yang bertanding. Penonton dipinggir lapangan juga menjadi fokus perhatian mereka. Terbukti, mereka bergerak cepat begitu mendapat kabar ada seorang penonton yang pingsan.
Yuyun (18), seorang wanita yang datang ke lapangan, khusus mendukung SGJ, rupanya terjatuh pingsan setelah terkena pantulan bola dari anak-anak yang bermain dipinggir lapangan saat jeda pertandingan.
Setelah dihampiri relawan PMI, gadis tersebut ternyata tidak benar-benar pingsan. Ia hanya berpura-pura pingsan untuk menutupi rasa malu dari penonton pria yang ada disekitarnya, karena terlanjur tersungkur setelah wajahnya terkena bola.
(Jul)

