Hakim Garis Mengalah Demi Penonton di Pinggir Lapangan
SEORANG wasit pinggir atau yang biasa dikenal dengan hakim garis seharusnya berdiri di luar garis lapangan kala bertugas membantu wasit inti. Tetapi, apa yang terjadi di Kota Bekasi tampaknya berbeda. Hakim garis justru bisa berada di dalam garis lapangan pertandingan.
Kala partai final Liga Pendidikan Indonesia Tingkat SMP Kota Bekasi digelar Minggu (7/3) petang, antara SMPN 2 dengan SMPN 7, Maja, yang bertugas sebagai hakim garis, berdiri di dalam lapangan pertandingan hampir sepanjang babak kedua.

Entah disengaja atau termakan kondisi, karena area pinggir kiri lapangan tempat hakim garis seharusnya bertugas , justru dipadati ofisial, pemain cadangan, dan suporter dari kedua tim. Alhasil, sang hakim garis Maja, seolah tak menyadari bahwa dirinya berada di dalam garis lapangan.
Jika ingin bertindak profesional, seharusnya Maja punya kewenangan untuk meminta penonton berpindah ke tribun penonton yang sudah tersedia. Namun, ia lebih memilih opsi mengalah, dan bergeser masuk ke dalam lapangan. Untungnya, pergerakan wasit pinggir tersebut tidak mengganggu pergerakan pemain yang sedang bertanding.
Satu peristiwa yang tak lazim juga ditunjukkan asisten wasit, Nasan SR.
Merasa perutnya kelaparan, lelaki ini buru-buru menghampiri meja panitia dan mencari kotak makanan berisi buah jeruk, air minum mineral dan kue bolu.
Tak tanggung-tanggung, ia mengambil dua kotak sekaligus dan langsung melahapnya di pinggir lapangan sambil terus melaksanakan tugasnya. Padahal saat itu pertandingan masih berlangsung dengan seru-serunya.
(Jul)

