Patah Tangan Warnai Laga Eksibisi Pembukaan di DKI Jakarta

PERTANDINGAN eksibisi antara kesebelasan SMPN 272 melawan tim Pelajar DKI Jakarta yang digelar setelah upacara pembukaan Liga Pendidikan Indonesia Tingkat Provinsi DKI Jakarta di GOR Ragunan, Sabtu (27/3) petang harus dibayar mahal. Pasalnya, salah satu pemain dari kesebelasan SMPN 272 mengalami cedera patah tulang pada bagian tangan kanannya karena salah posisi saat mendarat setelah berebut bola di udara dengan pemain dari tim pelajar DKI Jakarta.

Sedianya, Panitia Pelaksana (panpel) Liga Pendidikan Indonesia Tingkat Provinsi DKI Jakarta telah mengagendakan pertandingan antara SMA Borobudur melawan SMK Dinamika Pembangunan 1 sebagai laga perdana Liga Pendidikan Indonesia Tingkat Provinsi DKI Jakarta. Namun, kedua tim yang meskinya bertanding tersebut, tidak kunjung hadir hingga upacara pembukaan selesai digelar.

Alhasil, panpel menyiapkan alternatif, dengan meminta kesebelasan SMPN 272 bertanding melawan tim pelajar DKI Jakarta usai upacara pembukaan selesai. Permintaan panpel sempat ditolak pelatih SMPN 272 Rahmat Sabeni. Namun dengan bijak, sang pelatih menyerahkan keputusannya kepada para pemain, dan pemain pun tidak keberatan menuruti tawaran panpel.

                                                                  Patah Tangan

Dalam pertandingan yang berlangsung 20 menit tersebut, kesebelasan SMPN 272 tampil penuh semangat. Meski hanya tampil di pertandingan eksibisi mereka tetap mengeluarkan segenap kemampuannya, baik secara tim maupun individu, lantaran pertandingan eksibisi tersebut disaksikan Kadisorda DKI Jakarta Syaefulloh, Ketua Harian KONI DKI Jakarta Edi Widodo, Ketua Panpel Syahrizal Jamil,  Perwakilan Panitia Nasional Liga Pendidikan Indonesia Mesti Arnanda, dan semua peserta liga yang hadir di pembukaan. Pertandingan berakhir dengan skor 1-0 untuk keunggulan tim pelajar DKI Jakarta.

Tidak ingin mengecewakan tim dan penonton yang menyaksikan, Aji Saputra, bek kanan tim sepak bola SMPN 272 tampil loyal dan penuh semangat. Ia pun berani adu bodi dengan penyerang lawan untuk menutup benteng pertahanannya.

Saking semangatnya, Aji Saputra tidak menghiraukan peringatan pelatih yang berkali-kali berteriak di pinggir lapangan mengingatkan pemain agar tidak perlu memaksakan diri dengan memforsir segala kemampuan.

Naas, saat pertandingan berjalan 10 menit, Aji Saputra berteriak kesakitan sambil menyanggah tangan kirinya saat terjatuh usai bertarung diudara dengan penyerang tim pelajar DKI Jakarta. Tangan kiri Aji tampak tidak bisa digerakkan karena salah posisi saat terjatuh dari udara. "Tangannya patah, bawa keluar dulu" teriak beberapa penonton yang menyaksikan peristiwa tersebut.

Tim medis pun dengan sigap menggotong Aji keluar lapangan dan memeriksa kondisi tangan kiri Aji. Pertolongan pertama pun segera diberikan dengan memberikan semprotan penahan rasa sakit. Sadar tidak mampu berbuat banyak, tim medis pun segera membawa Aji ke tempat pengurutan terdekat di sekitar kawasan Cipete dan membawa Aji pulang ke rumahnya, untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak sekolah dan keluarga.

Melihat kondisi tersebut, pelatih Rahmat Sabeni menyesal menuruti keinginan pemain yang tetap ngotot  bertanding. "Aji Saputra ,merupakan bek andalan tim kami, kondisi ini memaksa saya harus mencari penggantinya. Disamping itu, saya pun harus bertanggung jawab dengan kondisi yang menimpanya. Semoga pihak panpel bisa membantu dan memberikan penjelasan kepada pihak sekolah terutama keluarga Aji sendiri," ujar Rahmat.

Masalah yang dialami Aji Saputra sebenarnya telah diantisipasi panpel dengan menyiapkan tim medis. Namun, panpel sendiri telah menyatakan peran tim medis hanya sebatas pertolongan pertama kepada pemain yang mengalami cedera saat bertanding dilapangan. "Mengingat keterbatasan yang kami miliki, kami hanya bisa membantu meminimalisir cedera parah yang pemain alami saat pertandingan dan masih berada di area pertandingan. Selebihnya, kami meminta kepada para ofisial tim juga bisa menyiapkan peralatan dan tim medisnya juga," tandas salah seorang panpel yang bertanggung jawab dibidang medis.

Ketua panpel Liga Pendidikan Indonesia Tingkat Provinsi DKI Jakarta, Syahrizal Jamil menyatakan pertolongan kepada Aji Saputra telah dilakukan sesuai prosedur. "Tim medis kami telah memberikan pertolongan pertama sesuai prosedur. Aji telah dibawa ke pengurutan terdekat, selanjutnya akan kami serahkan kepada tim ofisial. Kabar terakhir menyatakan, kondisi Aji tidak terlalu parah, dan tim medis kami pun telah membawanya pulang ke rumahnya," pungkas Jamil saat dihubungi melalui telpon usai pertandingan.

(Jul)


Share and Bookmarks :
Bookmark to:http://www.ligapendidikan.com Del.icio.us Bookmark to:http://www.ligapendidikan.com Facebook Bookmark to:http://www.ligapendidikan.com StumbleUpon Bookmark to:http://www.ligapendidikan.com Google Bookmark to:http://www.ligapendidikan.com Diigo Bookmark to:http://www.ligapendidikan.com Technorati