Lulus Ujian Nasional Obati Kesedihan Gagal ke Yogyakarta
CRISHTIAN Ticoalu dan Vicky Ryan tak mampu menuntupi kesedihannya tatkala tim sekolahnya, SMAN 3 Kotamobagu, Sulawesi Utara harus menerima kenyataan kalah bersaing dari tim tuan rumah, SMKN 1 Balikpapan di penyisihan Liga Pendidikan Indonesia Putaran Coca-Cola Wilayah V Balikpapan yang berlangsung sejak 24 April hingga 27 April lalu. Berada di posisi runne-up kelasemen akhir tak cukup bagi SMAN 3 Kotamobagu untuk sampai ke final di Yogyakarta 2 Mei mendatang, sehingga keduanya harus pulang kampung bersama timnya ke Sulawesi Utara.
Untungnya kedua siswa kelas 3 ini mendapat kabar gembira dari orang tuanya di Kotamobagu saat timnya berada dalam perjalanan pulang, Rabu (28/4). Crishtian dan Vicky dikabari bahwa mereka lulus Ujian Nasional. Tak dapat dipungkiri, kabar gembira itu sedikit banyak telah menjadi pengobat kesedihan mereka. Apalagi Crishtian yang berposisi sebagai striker dan Vicky gelandang andalan SMAN 3 Kotamobagu ini mendapat ucapan selamat dari official dan teman-temannya satu tim.
"Sedih karena tak lolos ke Yogyakarta, sudah pasti. Tapi saat mendapat ucapan selamat atas kelulusan mereka di Ujian Nasional Crishtian dan Vicky tampak sangat gembira," ujar Wayan saat dihubungi tim media Liga Pendidikan Indonesia, Kamis (29/4).

Menurut guru olahraga SMA 3 Kotamobagu ini, dalam tim yang dibawanya di Liga Pendidikan Indonesia ini hanya Crishtian dan Vicky pelajar kelas 3. "Pemain yang lainnya rata-rata kelas 2. Saya takut nanti ada masalah saat screning usia karena dianggap melebihi 18 tahun sebagaimana aturan Liga Pendidikan Indonesia," tuturnya.
Bagi Wayan, kekalahan timnya di penyisihan tingkat wilayah ini merupakan pelajaran berharga. Namun demikian, hasil ini sudah sangat maksimal mengingat target sebelumnya hanya juara di tingkat kabupaten/kota. "Mudah-mudahan pada Liga Pendidikan Indonesia tahun depan, kami bisa lebih baik lagi," imbuh Wayan yang saat dihubungi masih berada di Manado dalam perjalanan menuju Kotamobagu.
(Mes)

