Atraksi Modern Dance Hingga Panggung Kegembiraan Para Juara Liga Pendidikan Indonesia
PUNCAK acara final Liga Pendidikan Indonesia Tahun Pembinaan 2009/2010 berlangsung semarak. Berbagai acara menarik yang disuguhkan oleh pihak penyelenggara sangat menarik perhatian ribuan penonton di dalam Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Sabtu (8/5) sore tersebut. Apalagi acara ini juga dihadiri sejumlah tamu undangan VIP seperti Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, Ketua Umum PSSI Nurdin Halid, Dirjen Dikdasmen Prof Suyanto PhD, Wakil Gubernur DI Yogyakarta Kanjeng Gusti Pangeran Ario Adipati Paku Alam IX, Wakil Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujonugroho, dan sejumlah bupati dan walikota.
Acara yang digelar mulai pukul 15.00 ini diawali dengan pertandingan final Liga Pendidikan Indonesia Tingkat SMP antara SMPN 13 Yogyakarta dan SMPN 8 Sekayu Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Sebelum laga pamuncak ini dilaksanakan, para pemain yang sudah berada di lapangan diajak untuk menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya bersama para penonton. Selanjutnya para pemain ini mendapat kesempatan untuk bersalaman dengan Menpora, Ketua Umum PSSI, dan Dirjen Dikdasmen. Partai puncak yang disiarkan langsung oleh ANTV ini akhirnya dimenangkan oleh tim tuan rumah dengan skor 2-0.
Pertandingan final Liga Pendidikan Indonesia tingkat SMA dan Perguruan Tinggi tidak dimasukkan dalam rangkaian acara puncak. Kedua tingkatan itu sehari sebelumnya sudah melaksanakan pertandingan final di Stadion UGM dan Stadion Maguwoharjo. Juara nasional untuk tingkat SMA diraih oleh SMA Darussalam, Tengerang Selatan dan Perguruan Tinggi dimenangkan Universitas Budi Luhur, DKI Jakarta.

Begitu selesai pertandingan final SMP atau hampir bersamaan dengan keluarnya para pemain kedua kesebelasan dari area lapangan, giliran 128 muda-mudi dengan berbagai macam pakaian adapt memasuki lapangan. Mereka menari dengan gembira diiringi musik dan lagu bertajuk "Waving Flag". Lagu ini merupakan soundtrakc minuman Coca-Cola pada ajang Piala Dunia di Afrika Selatan Juni mendatang. Dalam atraksinya para penari yang mengenakan bermacam pakaian adat daerah di Indonesia ini membawakan sejumlah tarian bertema "Semangat dan Fair Play".
Atraksi modern dance yang berlangsung selama sekitar 7 menit ini akhirnya ditutup dengan membentangkan sebuah bendera berukuran sekitar 10 x 5 meter. Bendera raksasa dari bahan venil ini bertuliskan Liga Pendidikan Indonesia.
Rangkaian acara berikutnya adalah pidato Menpora Andi Mallarangeng. Dalam kata sambutannya mantan Juru Bicara Kepresidenan ini antara lain mengajak gubernur, bupati dan walikota seluruh Indonesia untuk lebih menyemarakkan lagi penyelenggaraan Liga Pendidikan Indonesia Tahun Pembinaan 2010/2011. Sebab penyelenggaraan Liga Pendidikan Indonesia dinilai sejalan dengan amanat Kongres Sepakbola Nasional (KSN) 2010 di Malang.
Selesai pidato, tiba giliran pemberian hadiah serta acara comvety bagi para juara. Kesempatan pertama diberikana kepada tiga kapten masing-masing juara untuk naik ke atas panggung kehormatan yang disediakan di depan tempat duduk undangan VIP. Panggung berukuran sekitar 2 x 2 meter sengaja dirancang sebagai tempat para juara untuk meluapkan emosi kemenangannya seraya mengangkat Piala Presiden sebagai lambang supremasi tertinggi ajang Liga Pendidikan Indonesia.
Menpora, Dirjen Dikdasmen, dan Ketua Umum PSSI secara bergiliran menyerahkan Piala Presiden dan Piala Tetap untuk masing-masing juara pada tiap tingkatan. Tak lama kemudian, seluruh pemain yang menjadi juara nasional didaulat menaiki panggung untuk menerima kalungan medali dan piagam. Acara ini makin meriah seiring dengan convety yang berisi taburan potongan kertas warna-warni yang disemprotkan ke udara dari dua sisi panggung.
Layaknya tim-tim juara di kancah sepakbola internasional, para juara nasional Liga Pendidikan Indonesia ini pun meluapkan kegembiraannya di atas panggung dengan berjingkrak-jingkrak seraya bergaya di hadapan jepretan kamera ratusan wartawan. Tak ketinggalan teriakan panjang "wooow" mereka keluarkan sembari mengangkat Piala Presiden dan menunjukkan medali hasil perjuangan sejak tingkat kabupaten/kota, provinsi, wilayah dan nasional.
(Mes)

