Tim SMPN 13 Yogyakarta Hasil Pembinaan Kelas Khusus Olahraga

SETELAH dua kontingen tuan rumah Liga Pendidikan Indonesia Putaran Coca-Cola Tingkat Nasional, SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta (SMA Mutu) tumbang di semifinal dan Universitas Negeri Yogyakarta hanya mampu menjadi runner up, SMPN 13 Yogyakarta berhasil menaikkan kembali kehormatan Yogyakarta dengan meraih gelar juara nasional Liga Pendidikan Indonesia untuk Tahun Pembinaan 2009/ 2010.

Faktor apa yang mempengaruhi perjalanan SMPN 13 Yogyakarta sehingga mampu meraih prestasi tertinggi Liga Pendidikan Indonesia? Opini yang terkuak dimasyarakat adalah sebagai tuan rumah, SMPN 13 Yogyakarta tentunya mendapatkan dukungan penuh dari penonton yang setia mendukung sepanjang putaran final Liga Pendidikan Indonesia.

Tim sepak bola SMPN 13 Yogyakarta

Namun, melihat langkah dua kontingen lainnya, SMA Mutu, dan UNY yang gagal meraih prestasi tertinggi, tampaknya faktor dukungan penuh supporter bukanlah alasan mutlak bagi SMPN 13 Yogyakarta meraih gelar juara Liga Pendidikan Indonesia. Lantas unsur apa lagi yang dapat mempengaruhi prestasi tim sepak bola SMPN 13 Yogyakarta?

Saat ditemui tim media Liga Pendidikan Indonesia, Kepala Sekolah SMPN 13 Yogyakarta Supraptama dengan tegas menepis opini bahwa gelar juara yang diraih SMPN 13 Yogyakarta hanya faktor kebetulan semata. "Jangan katakan kami meraih juara Liga Pendidikan Indonesia karena keuntungan sebagai tuan rumah. Prestasi ini kami dapat dengan persiapan yang matang," tandasnya.

SMPN 13 Yogyakarta yang berdiri sejak tahun 1975 ternyata menyimpan banyak piala di lemarinya. Piala yang terpajang rapih di depan pelataran sekolah tersebut kebanyakan didapat sejak tahun 2008. Tercatat ada 26 trofi kebanggaan dari berbagai cabang olahraga yang telah diraih. Rata-rata trofi tersebut diraih karena prestasinya menjuarai berbagai ajang kejuaraan di tingkat Kota dan Nasional. Hebatnya, deretan trofi yang terpampang di lemari, kebanyakan diraih dari cabang sepakbola.

Kejuaraan serupa Liga Pendidikan Indonesia, seperti Liga Medco, O2SN, dan futsal antarSMP se-Yogyakarta juga mereka kuasai. Buktinya, piala yang mereka gapai dan dipamerkan di lemari piala sekolah.

Ternyata, Sekolah kebanggaan warga Yogyakarta ini menjadi sekolah perintis program pembinaan olahraga Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta mulai tahun ajaran 2008/2009. Hal itu didasarkan keinginan Pemkot Yogyakarta untuk melahirkan atlet-atlet handal sekaliber nasional, bahkan internasional di wilayahnya.

"Sekolah kami merupakan sekolah rintisan bagi pembinaan olah raga. Jadi kami membuka kelas khusus olahraga dalam satu kelas, dan kelas ini yang akan selalu dibina dan dipersiapkan demi melahirkan bibit-bibit berkualitas dalam bidang olahraga. Dan kesuksesan yang kita raih ini adalah pembuktiannya," jelas Supraptama.

"Kami telah lama menunggu kesempatan berprestasi ini, karena sebagai sekolah perintis olahraga, SMPN 13 Yogyakarta ini juga punya fasilitas lapangan yang dapat dipakai untuk latihan seminggu empat kali. Setiap pagi hari sebelum melakukan kegiatan belajar mengajar, kelas khusus olah raga melakukan rutinitas latihan di lapangan depan sekolah, jadi semuanya memang dipersiapkan secara matang," timpal Suyarta, Manajer tim sepakbola SMPN 13 Yogyakarta.

Tidak sia-sia, usaha keras yang mereka jalani akhirnya berbuah manis dengan menjuarai Liga Pendidikan Indonesia Putaran Coca-Cola Tingkat Nasional. Hebatnya, prestasi tersebut mereka gapai dengan tanpa mengalami kekalahan satu kalipun, sejak tingkat kabupaten/ kota, tingkat provinsi, hingga tingkat nasional.
 
 (Jul)


Share and Bookmarks :
Bookmark to:http://www.ligapendidikan.com Del.icio.us Bookmark to:http://www.ligapendidikan.com Facebook Bookmark to:http://www.ligapendidikan.com StumbleUpon Bookmark to:http://www.ligapendidikan.com Google Bookmark to:http://www.ligapendidikan.com Diigo Bookmark to:http://www.ligapendidikan.com Technorati