ROADSHOW LPI : LELAH… SENANG… SERU… !
Cerita- cerita seru sepanjang perjalanan kami menemukan bintang sepakbola
Untuk menggelar Liga Pendidikan Indonesia di tahun pertama ini, memang bukan pekerjaan yang mudah. Sebab, selain merupakan event yang pertama kali dan liga terbesar dengan potensi peserta mencapai 50 ribu sekolah, panitia nasional harus melakukan sosialisasi event ini hingga ke lebih dari 400 kabupaten dan kota seluruh Indonesia. Berbagai macam cara dilakukan untuk mensosialisasikan tujuan diadakannya LPI ini, mulai dari penyebaran surat edaran ke seluruh Kabupaten, penyebaran poster dan flyer di seluruh sekolah , sampai mengadakan tur keliling Indonesia untuk mengadakan pertemuan tatap muka dengan pejabat terkait di setiap daerah.

Beberapa pengalaman yang menarik dari kegiatan ini adalah saat tim kepantiaan nasional menggelar road show ke seluruh daerah di kawasan Pulau Jawa. Dengan mengendarai masing-masing mobil toyota Kijang, tim yang dibagi dalam 3 kelompok, mulai menyusur wilayah pantai utara Pulau Jawa, jalur tengah dan jalur selatan, kegiatan roadshow-pun dilakukan sejak awal Oktober lalu, dimulai dari kota-kota kabupaten di Provinsi Banten.
Pengalaman lelah namun tak terlupakan berkeliling ke seluruh pelosok Tanah Air seakan-akan sudah menjadi bagian dari keseharian para anggota tim roadshow LPI ini. Dari pengalaman mengesalkan seperti mobil mogok ketika mau berangkat dari Jakarta menuju Tangerang sampai ada juga pengalaman menyenangkan dari tim roadshow LPI ketika mereka dijamu pejabat-pejabat dari bertemu Dinas Pendidikan Nasional serta Dispora dan Pengurus Cabang PSSI, hingga ditraktir makan di beberapa daerah yang mereka singgahi.
Tidak semua pengalaman yang mereka rasakan menyenangkan . Diantaranya, dialami tim roadshow LPI kuarter pertama saat berkunjung ke Cirebon. “ karena sudah kecapakean, kami memilih untuk tidur di mesjid ketika mampir ke Cirebon,” kata Naim, salah satu anggota tim roadshow LPI kuarter pertama. “Walaupun melelahkan, tapi setiap menit pengorbanan kami terbayar dengan maksimal. Respon yang baik selalu kami dapatkan dari pemerintah-pemerintah daerah setempat,” lanjutnya.
Belum lagi pengalaman seru ketika mereka sampai di Kuningan dan disambut oleh Bupati Kuningan di lapangan sepak bola. Terpaksa mereka harus berbasah-basahan karena saat itu sedang hujan deras merata di seluruh Indonesia.
Lain lagi Bagi Elfir Ariantos. Pria yang jarang minum teh ini, akhirnya ketagihan minum teh, setelah sempat dijamu oleh pejabat-pejabat daerah di Kabupaten Tegal. “Saat kami disambut di Tegal, kami disuguhkan teh poci hangat. Sejak itu saya ketagihan. Selama di Tegal sampai kembali ke Jakarta pun saya masih ingin menikmati teh poci,” kelakar Elfir.
Pengalaman menegangkan justru datang bukan ketika berhadapan dengan para pemerintah daerah setempat untuk audiensi. Menurut Mesti,salah seorang tim roadshow LPI, pengalaman yang menegangkan adalah ketika pada hari Kamis (22/10) lalu tim roadshow LPI harus menempuh perjalanan selama 2,5 jam melintasi perbukitan dari arah Subang menuju Sumedang. “Saya paling takut jika harus melewati hutan gelap atau perbukitan yang berundak-undak. Sepanjang perjalanan ke Sumedang saya tidak nyaman karena menegangkan sekali perjalanannya,” tutur Mesti.
(Aisyah)