SMPN 13 Yogyakarta Genggam Piala Presiden Liga Pendidikan Indonesia
PIALA Presiden ajang Liga Pendidikan Indonesia Putaran Coca-Cola Tingkat Nasional untuk kategori SMP menjadi milik Yogyakarta. Sang tuan rumah bisa berpesta usai memukul SMPN 8 Sekayu Musi Banyuasin (Muba) dengan skor 2-0 dalam final yang digelar di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Sabtu (8/5) petang.
Kekalahan Muba di final kali ini seolah menjadi sebuah kutukan yang melekat bagi kontingen asal Sumatera Selatan (Sumsel), lantaran hanya menjadi runner up di setiap ajang kejuaraan serupa. Muba yang didominasi pemain dari Sekayu Youth Soccer Academy (SYSA) mengalami kesialan yang sama kala mengikuti Piala Suratin 2007 dan Piala Medco 2009.
"Jelas ini hasil yang tidak memuaskan. Anak-anak main kurang semangat. Saya tidak tahu kenapa bisa seperti itu. Kemungkinan mereka tegang karena kedatangan pejabat. Ini masalah mental. Akibatnya, kita hanya bisa kembali jadi runner up," kata Pelatih SMPN 8 Sekayu Muba, Zulkarnaen Lubis setelah pertandingan.
Dalam partai puncak ini, tak hanya Pejabat dari Sumsel, Bupati Muba Pahri Azhari dan Ketua Umum Pengprov PSSI Sumsel yang menonton pertandingan final. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng dan Ketua Umum PSSI Nurdin Halid juga menyaksikan puncak acara Liga Pendidikan Indonesia Putaran Coca-Cola Tingkat Nasional.
Kekalahan 0-2 dari SMPN 13 Yogyakarta memang tak dapat dihindari, permainan taktis yang biasanya pasukan Muba peragakan tidak tampak dalam pertandingan kali ini, sehingga tim SMPN 13 Yogyakarta yang mendapat dukungan penuh ribuan suporternya mampu mendominasi permainan.
Mental skuad asuhan Zulkarnaen Lubis langsung menurun sejak bek Dedy Setiawan mencetak gol bunuh diri pada menit ke-4. Dedy yang bermaksud menghalau tendangan bebas kapten SMPN 13 Yogyakarta Rico Amdriyanta tidak menyangka jika bola yang disundulnya bersarang ke gawangya sendiri yang dikawal Mulyo Anwar.
Muba sempat menguasai keadaan dan mencoba mengejar ketertinggalan melalui serangan balik. Namun, dua peluang terbaik Muba dapat dimentahkan kiper SMPN 13 Yogyakarta Sani Setiawan yang bermain cemerlang petang itu. Petaka bagi Muba kembali terjadi kala satu menit menjelang usai, striker SMPN 13 Yogyakarta Martinus Novianto kembali menggetarkan gawang Mulyo Anwar.
"Gol cepat lawan memang membuat kami tidak fokus menjalani pertandingan. Permainan kami yang biasanya mengandalkan tusukan dari sayap juga tidak terlihat," ucap striker SMPN 8 Sekayu Muba Mega Nanda. Saat wasit Sofyan Yulianto mengakhiri pertandingan, beberapa pemain SMPN 8 Sekayu Muba langsung menangisi kegagalannya. Sebaliknya, SMPN 13 Jogjakarta langsung berjingkrak kegirangan dan melakukan selebrasi kemenangan dengan memberi hormat kepada para suporternya.
Namun, kegagalan SMPN 8 Sekayu Muba terhibur setelah Mega Nanda dinobatkan sebagai top skor sekaligus meraih sepatu emas dan uang tunai Rp 25 juta. Kesebelasan SMPN 8 Sekayu Muba juga dapat berbangga diri setelah mendapatkan penghargaan sebagai tim fair play untuk tingkat SMP dan mendapatkan hadiah Rp 50 juta.
Daftar Juara Liga Pendidikan Indonesia Putaran Coca-Cola Tingkat Nasional:
Tingkat SMP: SMPN 13 Yogyakarta
Tingkat SMA: SMA Darussalam Tangerang Selatan
Tingkat Perguruan Tinggi: Universitas Budi Luhur Jakarta
Top Skor:
Tingkat SMP: Mega Nanda (SMPN 8 Sekayu Muba, 7 gol)
Tingkat SMA: Hadi Wibowo (SMAN 1 Bangkalan, 6 gol)
Tingkat Perguruan Tinggi: Syaiful Hidayat, (Universitas Negeri Padang, 11 gol)
Fairplay:
Tingkat SMP: SMPN 8 Sekayu Muba
Tingkat SMA: SMA Darussalam Tangerang Selatan
Tingkat Perguruan Tinggi: STAIN Palopo
(Jul)

