Yaperjasa: Target Berikutnya Juara Nasional!
Usai menjuarai Liga Pendidikan Indonesia Tingkat Provinsi DKI Jakarta, Sabtu (10/4), tim sepak bola SMA Yaperjasa berambisi menjadi tim pertama yang akan memeluk Piala Presiden ajang Liga Pendidikan Indonesia Putaran Coca-cola Tingkat Nasional yang akan digelar di Yogyakarta, 2-8 Mei mendatang.
Untuk bisa bertarung di tingkat nasional, wakil DKI Jakarta ini harus berjibaku mengalahkan jawara dari Provinsi Lampung, Banten dan Kalimantan Tengah di Wilayah-3 Liga Pendidikan Indonesia Putaran Coca-cola Tingkat Wilayah, 24-28 April. Mengingat Jakarta mendapat kesempatan sebagai tuan rumah, maka tim asal ibukota ini berpeluang besar keluar sebagai juara di wilayah-3. SMA Yaperjasa akan diuntungkan dengan memperoleh dukungan penuh dari supporter di Jakarta.

Tidak dapat dipungkiri, dewi fortuna menjadi bagian perjalanan SMA Yaperjasa menembus putaran final Liga Pendidikan Indonesia Provinsi DKI Jakarta. Sejak awal kompetisi digelar, keberuntungan seolah menyertai sekolah yang berlokasi di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan ini.
Peran dewi fortuna mulai terasa sejak babak penyisihan. Di pertandingan perdananya , Kamis (1/4), SMA Yaperjasa menang wo atas SMAN 90. Peserta yang menjadi lawan perdana Yaperjasa ini memang tidak pernah menghadiri pertandingan. Kala melawan SMAN 36 pun, peserta yang akhirnya menjadi juru kunci grupa A itu kalah wo pula.
Selanjutnya, di partai pamungkas, SMA Yaperjasa tertahan 1-1 kala berhadapan dengan SMAN 36. Sehingga Yaperjasa dan SMAN 36 memiliki poin yang sama di akhir klasemen grup A. Untuk menentukan juara di grup tersebut, Panitia Pelaksana (panpel) terpaksa mengundi dengan melempar koin guna mencari tim yang berhak lolos ke babak perempat final. Dewi fortuna memilih SMA Yaperjasa sebagai tim dari grup A yang dapat melenggang di babak knock out.
Pada babak perempat final, Selasa (6/4), skuad asuhan Abdul Rouf ini kembali memperoleh berkahnya. Mereka menang dalam drama adu penalti 4-2, setelah bermain imbang 0-0 hingga 15 menit babak perpanjangan waktu. SMA Yaperjasa lolos ke semi final dan menantang tim kuat SMA Taruna Persada.
Sejumlah pengamat sempat memprediksikan perjalanan tim yang berkostum kuning-kuning ini akan berakhir di babak empat besar. Namun, prediksi tersebut ternyata salah, dewi fortuna masih mangkal bersama punggawa Yaperjasa.
Sekolah tersebut unggul 1-0 dalam pertarungan sengit melawan SMA Taruna Persada. Gol semata wayangnya diperoleh dari titik penalti di menit-menit akhir pertandingan. Nasib baik kembali menyelimuti SMA Yaperjasa kala berhadapan dengan SMAN 97 di partai puncak, Sabtu (10/4) petang. Kemenangan 1-0 mereka peroleh dari tendangan spekulasi pemain belakang Mugi Mulya yang mampu memanfaatkan kemelut di menit 54 babak ke dua.
Pelatih SMA Yaperjasa, Abdul Rouf mengakui, keberhasilan timnya mencapai tangga juara kali ini tidak terlepas dari faktor keberuntungan. Namun, ia menegaskan keberuntungan tersebut datang dari Yang Maha Kuasa. "Kita bersyukur karena mendapat keuntungan sejak awal penyisihan, masuk perempat final dari hasil lemparan koin, kemudian menang dalam drama adu penalti di perempat final, selanjutnya masuk final setelah mengalahkan tim kuat, Taruna Persada, dan akhirnya menang di partai final," tutur Rouf.
"Keberuntungan yang kita dapat merupakan anugerah dari Allah SWT. Sebelum bertanding kami selalu mengawalinya dengan doa bersama di sekolah, dan Alhamdulillah doa kami dikabulkan," tambah pelatih yang juga mengajar olahraga di SMA Yaperjasa.
Terlepas dari faktor keberuntungan di kompetisi ini, kesebelasan SMA Yaperjasa ternyata mempunyai banyak prestasi di sepak bola dan futsal. Mereka pernah menjadi juara satu di Turnamen Futsal Piala Don Bosco Cup, Yasporbi Cup dan Kompetisi Teknik Cup, semuanya mereka raih di tahun 2009. Prestasi tersebut mereka raih bukan karena skill individu pemain, tetapi lebih kepada kekompakan dan semangat tanding yang luar biasa. Hal inilah yang sebenarnya menjadi faktor kunci mereka mampu keluar sebagai jawara Liga Pendidikan Indonesia di tingkat SMA DKI Jakarta.
"Saya menamkan semangat kebersamaan kepada tim. Di sekolah, anak-anak sering berkumpul dan melakukan kegiatan lain yang positif diluar jam pelajaran. Yang paling saya tanamkan kepada anak-anak adalah, selalu bersyukur dan ikhlas terhadap hasil akhir pertandingan, meski pun hasilnya buruk," ujar Rouf.
Metode tersebut ternyata berbuah manis, SMA Yaperjasa meraih gelar juara di tingkat provinsi. Keberhasilan ini membawa Rouf berambisi menjuarai Liga Pendidikan Indonesia Piala Presiden Putaran Coca-cola yang akan digelar di Yogyakarta, 2-8 Mei mendatang. Namun, sebelumnya, Rouf harus membawa timnya berjaya di Liga Pendidikan Indonesia Putaran Coca-cola Tingkat Wilayah, 24-28 April nanti.
"Target kami berikutnya adalah juara nasional, untuk itu kami akan terus berlatih dan memperbaiki segala kekurangan demi mencapai target tersebut, kami yakin Piala Presiden Liga Pendidikan Indonesia 2010 untuk pertama kalinya akan mampir di sekolah kami," tandasnya.
(Jul)

