Bambang Pamungkus : Jangan Pernah Berhenti Bermimpi Jadi Bintang

KALAU ada pertanyaan mengenai siapa pemain sepakbola yang paling terkenal saat ini di Tanah Air, semua pasti sepakat dengan jawaban Bambang Pamungkas. Ya, nama pemain kelahiran Getas, Kabupaten Semarang, 10 Juni 1980 ini cukup melekat hingga kalangan anak-anak. Maklum, Bepe, demikian ia biasa disapa, sudah menjadi langganan Tim Nasional sejak 1999. Meski begitu nama Bepe terkenal bukan karena prestasi tim nasional. Sebab selama membela Timnas, prestasi Indonesia paling tinggi hanya menjadi runner up Piala Tiger 2002.

                               Banbang Pamungkas

Lantas apa yang membuat Bepe menjadi kesohor hingga menjadi semacam icon Tim Nasional? Pastinya, pemilik nomor punggung 20 ini beberapa kali meraih gelar selama membela Persija sejak 1999. Sebut saja, top scorer Liga Indonesia (2000), pemain terbaik Liga Indonesia (2001), pemain terbaik Copa Dji Sam Soe (2007), dan striker terbaik Copa Dji Sam Soe (2007). Belum lagi prestasinya saat bermain di luar negeri, tepatnya di klub asal Malaysia, Selangor FC (2005-2007). Selama main di Negeri Jiran, suami Tribuana Tungga Dewi ini pernah meraih tropi pemain terbaik, membawa klubnya juara Liga Perdana Malaysia, FA Malaysia, dan Malaysia Cup. Berkat segudang prestasinya itulah, Bepe kerap menjadi icon iklan berbagai produk hingga membuat namanya kian melambung meninggalkan nama pemain sepakbola lainnya di Indonesia.

Dalam urusan kantong pun, Bepe jauh lebih tinggi pendapatannya dari rekan-rekannya. Santer di media massa, bapak tiga anak ini menjadi pemain termahal yang pernah ada di Indonesia. Kontraknya dengan Persija pernah mencapai Rp1,3 miliar setahun. Sungguh angka yang fantastis bukan, untuk ukuran pesepakbola profesional di Tanah Air?

Namun tak selamanya gelimangan materi dan menjadi langganan Tim Nasional membuat seorang Bepe merasa senang. Sesekali pemain yang hobi membaca dan memasak ini juga dicekam rasa sedih, khususnya ketika dihujat masyakarat Timnas selalu gagal mencapai target.

"Bila sudah begitu, terkadang sedikit terlintas perasaan untuk meninggalkan seragam tim nasional," ucap Bepe.

"Saya dan teman-di Timnas ini ibarat "serdadu dan narapidana". Karena kami adalah tentara paling depan yang berjuang untuk membela nama persepakbolaan Indonesia. Ketika kami gagal, masyarakat tidak pernah mau tahu alasan apapun. Mereka hanya tahu kami adalah para pesakitan perang yang pantas dicaci-maki tanpa mau tahu titik permasalahan yang sebenarnya, seperti seorang narapidana yang diseret ke terali besi, keluhnya lagi.

Bepe lalu bercerita soal bagaimana kehidupan dirinya dan pemain lainnya selama ikut Timnas. Sebagai pemain sepakbola nasional, waktu mereka banyak berada di di luar kota bahkan di luar negeri. Berbeda ketika berada di klub, jadwal di Timnas sangat ketat. Semua pemain harus bermalam di asrama, sehingga tak punya waktu bertemu keluarga. Secara psikologis hal tersebut sedikit banyak mengganggu konsentrasi mereka, terutama yang sudah berkeluarga.

"Saya teringat ketika berada di Oman. Ponaryo Astaman, tema sekamar saya, terlihat gelisah. Beberapa kali dia bicara lewat telepon dengan istrinya. Ternyata anak Ponaryo sedang demam tinggi di Jakarta. Sebagai seorang ayah tentu sangat wajar jika dia sangat gelisah. Mungkin lain cerita jika saat anaknya demam dia sedang berada di rumah, tentu dia mampu melakukan sesuatu untuk kesembuhan anaknya atau setidaknya secara psikologis keberadaan seorang ayah akan mampu menjadi obat kepada buah hatinya," jelasnya.

Namun sebagai "serdadu maupun narapida", Bepe mengaku selalu siap dan bangga menjadi pemain nasional untuk berjuang membela nama negara. "Kami selalu menanamkan semboyan "Bermainlah untuk dirimu, orang-orang yang kamu cintai (keluarga) dan lambang Garuda di dadamu (Rakyat Indonesia)," imbuhnya.

Terkait regenerasi pemain nasional, khususnya bagi anak-anak dan remaja di seluruh Indonesia, Bepe berpesan, "Jangan pernah berhenti bermimpi, karena mungkin suatu saat nanti, mimpi kalian menjadi kenyataan".


(Mes/bambangpamungkas20.com/wikipedia/ligaindonesia.com)

Share and Bookmarks :
Bookmark to:http://www.ligapendidikan.com Del.icio.us Bookmark to:http://www.ligapendidikan.com Facebook Bookmark to:http://www.ligapendidikan.com StumbleUpon Bookmark to:http://www.ligapendidikan.com Google Bookmark to:http://www.ligapendidikan.com Diigo Bookmark to:http://www.ligapendidikan.com Technorati