Reina & Selly: Dari Futsal Menjadi Wasit Bola

 KEBANYAKAN wasit sepakbola adalah laki-laki karena jarang sekali wanita yang mau menjalani profesi tersebut. Tak heran bila ada wanita yang memimpin pertandingan sepakbola akan menjadi pemandangan tak lazim di Indonesia. Namun siapa sangka, hal seperti itu yang menjadi tantangan bagi dua dara, Reina Maulidna (18) dan Selly Suliswati (19), yang bertugas menjadi wasit di Liga Pendidikan Indonesia Kota Bekasi.

Meski hanya menjadi hakim garis, Selly mengakui profesi seperti ini
merupakan profesi yang menarik sekaligus menantang. Makanya, wanita yang juga hobi mengutak-atik software komputer ini sangat berniat menjadi wasit utama.

                                                                   Reina saat menjadi hakim garis.

"Saya ingin sekali memimpin pertandingan dari tengah lapangan. Untuk itu saya harus belajar lebih banyak lagi dari para senior, karena sebenarnya saya masih grogi jika ditunjuk jadi wasit inti,”"tutur wasit wanita yang bersertifikat C3 ini.

Hal senada juga diungkapkan Reina, ia ingin menjadikan profesinya sebagai salah satu bentuk emansipasi wanita, khususnya di bidang sepakbola. Reina yang lebih muda satu tahun dari Selly ini sedikit lebih beruntung. Ia mendapat kesempatan memimpin pertandingan antara SMA PGRI 1 melawan SMAN 5 (26/2) yang berakhir dengan kemenangan SMA PGRI 1 Bekasi.

"Pertandingan SMA PGRI 1 melawan SMAN 5 merupakan pengalaman pertama saya memimpin langsung dari tengah lapangan. Sebelumnya, saya hanya bertugas di pinggir lapangan saja," ujar Reina menceritakan pengalamannya.

"Sampai sekarang saya sudah 16 kali menjadi hakim garis dan satu kali menjadi wasit inti itu pun karena menggantikan wasit inti yang berhalangan hadir," tambahnya.

Reina dan Selly tidak pernah menyangka bisa menjadi wasit di pertandingan sepakbola resmi. Mereka berdua awalnya hanya suka bermain futsal. “Sampai sekarang pun saya masih bermain futsal di SMA 8 Bekasi. Bahkan kami sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti kejuaraan terbuka futsal yang akan diadakan di Maret nanti di Jakarta,” jelas Selly yang saat ini menjalani kuliah Manajemen Informatika, semester IV di Universitas Bina Sarana Informatika (BSI) Bekasi.

"Awalnya, saya dan Selly suka bermain futsal saat masih sekolah di SMAN 8. Pelatih futsal sekaligus guru olahraga kami lah yang mengajak mengikuti kursus wasit Juli tahun lalu. Dari situ, kami berdua mencobanya dan akhirnya sampai sekarang kami pun tertarik menjalani profesi ini," tutur Reina yang cita-cita awalnya menjadi Polwan.

Reina mengungkapkan, cita-citanya sebagai Polwan sudah pupus. "Saat ini saya hanya ingin menekuni dunia olahraga. Makanya, tahun ini saya berniat mengikuti kursus wasit C2 dan saya juga ingin kuliah di Univeritas Negeri Jakarta (UNJ) mengambil ilmu kepelatihan di Fakultas Olahraga. Saya ingin aktif di sepakbola kalau bisa saya ingin menjadi wasit nasional dan internasional," tukasnya.

(Jul)

Share and Bookmarks :
Bookmark to:http://www.ligapendidikan.com Del.icio.us Bookmark to:http://www.ligapendidikan.com Facebook Bookmark to:http://www.ligapendidikan.com StumbleUpon Bookmark to:http://www.ligapendidikan.com Google Bookmark to:http://www.ligapendidikan.com Diigo Bookmark to:http://www.ligapendidikan.com Technorati